Rabu, 15 April 2020

FISIK BOLEH TERBATAS NAMUN LANGKAH JANGAN, FISIK BOLEH CACAT TAPI PENGETAHUAN TIDAK.


......... Pesantren juga menjadi laboratorium bagi para Ustadz, Cendikiawan, Kiyai, Syekh atau apapun namanya bagi orang yang displin ilmu untuk meracik pengetahuan dan pengalaman yang selama ini didapatkan, Pesantren juga menjadi sebuah ladang amal kepada orang-orang yang benar-benar mau berkhidmat untuk ummat.

          Sebuah kisah yang sangat menarik  dan menginspirasi bagi kami, seorang sahabat kami Abu Bakar yang sedang membina sebuah Pondok Pesantren di Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Mas Abu adalah sapaan akrab yang kami panggilkan kepadanya, Mas Abu sebenarnya bukanlah seorang santri tulen karena latar belakang pendidikannya tidak seperti santri lainnya yang bertahun-tahun mondok, Mas Abupun pertama kali mengecap dunia pendidikan di PTDQ (Pesantren Tahfidz dan Dirosat Qur’an) Al-Hayah Jakarta Timur di tahun 2014 silam.

Laki-laki kelahiran tahun 1993 ini sangat  serius menghafal al-Qur’an di Pesantren Alhayah, dengan bermodalkan keinginan dan tekat yang sangat kuat serta bisa baca Al-Qur’an walau sedikit  terbata-bata sejak dari kampung halaman di Bima NTB, dalam perjalananya sebagai santri ia mendapatkan bimbingan langsung dari pengasuh Pesantren Alhayah Dr. KH. Ali Akhmadi. MA, LC, alhafizh, dengan metode  pendekatan Tahsin, Talaqqi, Tahfizh hingga mampu men-Tasmi'kan hafalan Al-Qur'annya di depan jama'ah, dan akhirnya ia menyeselesaikan  hafalannya sesuai dengan target selama 1 tahun.

Singkat cerita setelah Mas Abu menyelesaikan tugasnya sebagai santri di PTDQ Alhayah Jakarta  selanjutnya diberikan amanah untuk meng-hendel santri PTDQ Al-Hayah di Cabang Jawa Barat Sumedang yang sedang rotasi SDM, bukan tanpa bekal Mas Abu mengemban amanah yang berat itu namun karena Mas Abu mampu bersabar dan taat kepada para guru yang selama ini menuntunnya terutama dari Ustadz H, Joko Setiono, S.Pd alhafizh selaku mentor yang selalu membersamainya dan saling tukar fikiran, yang menjadikan tugas berat itu menjadi ringan dan lancar walau tetap kadang bertemu dengan benturan-benturan.

     Urusan bukan hanya mengajarkan huruf A BA TA saja kepada santrinya, tapi urusan administrasi, urusan lapangan dan tekhnis juga Mas Abu harus jalankan sebab Pesantren Alhayah Sumedang adalah Lembaga Pendidikan yang baru dirintis alias masih berumur jagung, Mas Abu harus memberanikan mental berhadapan dengan pejabat kementrian agama Jawa Barat untuk pengurusan izin operasional pesantren.


    Mas Abu adalah seorang laki-laki tangguh yang  yang harus berjuang,  bukan cuma berjuang melawan kemalasan dan tantangan zaman tapi Mas Abu juga harus melawan rasa minder, sebab Mas Abu adalah seorang difabel, tidak normal secara fisik seperti orang-orang umum pada biasanya, selalu saya sampaikan ketika kami "manggung" bareng dengannya bahwa, “Mas Abu punya fisik yang terbatas namun langkah Mas Abu tidak terbatas, Mas Abu memang cacat secara fisik tapi Mas Abu jauh  dari kata cacat akan pengetahuan."  Dulu, Salah satu yang  menjadi alasan kenapa Mas Abu tidak memulai sekolah adalah karena Mas Abu berbeda dengan teman-temannya, yang ada dia jatuh mental duluan dan hanya bisa mara-marah, tak tahu harus menyalahkan siapa dengan kondisinya itu?


       Namun saat ini berkat selalu mendapatkan suntikan motivasi dari orang-orang yang berada di sekelilngnya yang notabenenya orang-orang akademisi menjadikan Mas Abu juga punya impian untuk bisa menyelesaikan pendidikan sampai bangku kuliah, walau bangku sekolah melalui jalur kesetaraan. Perbedaan bukanlah menjadi benteng penghalang kita untuk berbaur tapi perbedaanlah yang membuat hidup kita jadi lebih berwarna.


    Disaat Mas Abu menjalankan tugasnya di Pondok  Pesantren Alhayah Sumedang, pada saat itu juga masyarakat mulai perlahan menaruh simpati kepadanya sembari ia memperkenalkan Pesantren Alhayah pada warga sekitarnya bahwa pesantren alhayah adalah lembaga yang berkecimpung di dunia da'wah terutama Alquran. 

     Mas Abu mampu menghafal Al-Qur’an dalam usia muda diwaktu yang singkat dengan kondisi fisik yang terbatas, Berbeda dengan anak-anak normal lainnya yang seusia dengannya, yang sibuk bermain tik-tok, sibuk mabar (main bareng) game online, sibuk bermanja-manja ria dengan berpacaran kepada yang bukan mahramnya.                                                                                

   Kini Mas Abu akrab disapa Ustadz Abu yang alhamdulillah telah berhasil mencetak santri  penghafal al-Qur’an juga di PTDQ Alhayah Sumedang, ikut andil membangun generasi islami dan berpartisipasi membangun bangsa, dari tahun 2015 sampai sekarang.

     Tidak cuman sampai di situ saja, Ustadz Abu sering mendapatkan kehormatan dengan diundangnya untuk menyampaikan nasehat dan memberikan motivasi kepada para remaja Masjid  di daerah Sumedang dan sekitarnya dan  juga kepada anak-anak SMA di sekolah-sekolah di Sumedang dan sekitarnya sampai Bandung.





     Sangat mulia dan memberikan manfaat bagi banyak orang, dan bagi kami sebagai seperjuangannya, dia sangat menginspirasi serta menjadi cambuk dikala kami sedang futur, bahwa tubuh ini bukan hanya seonggok daging belaka, tapi lebih dari itu ada  nilai lebih di dalamnya yang harus kita wakaf-kan kepada bangsa & agama agar kemanfaatanya bisa lebih luas.


 
   Dan kami juga mendapatkan informasi bahwa Ustadz Abu pernah mendapatkan undangan khusus untuk  sharing bersama para anggota koramil di daerah kec. Darmaraja Sumedang, memberikan sedikit taujih di depan bapak-bapak yang "memikul" pangkat.






     Ustadz Abu juga diendorse oleh salah satu Lembaga Kemanusiaan untuk menggalang dana online dan program “Muliakan Guru Ngaji & profesi Pra Sejahtera” di akun tersebut. 





        Qodarullanya ada seorang Muzakki yang siap menfasilitasi Ustadz Abu untuk berangkat Umroh bersama para jama’ah yang lainnya.  Sebelum nama Ustadz Abu di ACC untuk didaftarkan di travell, dilakukan pengecekkan terlebih dahulu "di mana Ustadz Abu mengajar ngaji nya?" Team Advance tiba di Pondok Pesantren Al-Hayah Sumedang untuk survey lembaga yang Ustadz Abu tempati berdedikasi, dan Alhamdulillah Ustadz Abu akhirnya berangkat untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW.



       Tiba di Masjidil Haram besama jama’ah lainya pada tahun 2019 lalu, "ketika di Masjid Nabawipun Saya menyempatkan duduk bersilah untuk halaqoh bersama Syaikh setempat yang selalu standby menunggu jama'ah dan saya mentasmi'kan sedikit hafalan Al-Qur'an, mereka sangat salut dengan jama’ah Indonesia yang Antusias dengan Al-Qur’an dan kagum dengan keadaan saya yang berbeda dengan yang lain tapi Cinta Al-Quran" pungkasnya.

    Tak habis-habisnya masih ada saja tawaran kepada Ustadz Abu agar berangkat ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah Umroh dari para Muzakki yang melihat video di lembaga kemanusiaan tersebut dan diOploud ulang oleh akun-akun lainya, berkah Al-Qur’an.

       Ustadz Abu juga mendapatkan fasilitas satu unit kendaraan roda tiga supaya Ustadz Abu bisa gunakan ke manapun yang dia inginkan, motor tersebut tidak langsung dibeli jadi, tapi membutuhkan proses modifikasi dan disain untuk bisa dipakai oleh Ustadz  Abu secara khusus, dan masih banyak lagi anugrah-anugrah Allah lain yang Ustadz Abu dapatkan dari keberkahan hidup lainnya, sperti kaki palsu dan sepatu khusus dan sebagainya. 

      Berkah Alquran, Berkah berkhidmat kepada Ummat, berkah mengabdi kepada Lembaga (Pondok Pesantren Alhayah),  Perjuanganmu tiada sia-sia. Berkah, berkah, berkah…..

Insya Allah ... Barakallah Ustadz Abu Bakar Thalib.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar istiqomah tetap di jalan-Nya. Aamiin…. 


diambil dari draf buku "Ceritakan ke Mereka Serunya Mondok di Pesantren.  Sabran.istimewah (Desember.2019)
mohon do'anya agar segera terbit. aamiin

sahabatmu.....





11 komentar:

  1. Maa syaa Allah menginspirasi ustadx

    BalasHapus
  2. MasyaAllah, ditunggu bukunya ustadz.

    BalasHapus
  3. MasyaAllah.. baarakallahu fiikum ustad

    BalasHapus
  4. MaasyaAllah,, semoga Allah permudah pernerbitanny ust. Dan selanjutny akan terbit buku2 istimewa yang lainnya..amiin
    Baarakallahu fiikum ��

    BalasHapus
  5. Masya Allah.. barakallahu fii kum..

    BalasHapus
  6. Masya Allah... Man jaddah wa jaddah.

    BalasHapus
  7. MasyaAllah... Kalau bisa foto2 waktu di umrah di sertakan 🙏🏻 Barakallah fii kumm

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap insya Allah terimakasih masukannya,...
      alhamdulillah suda disertakan..

      Hapus
  8. Mantabbb.. Ahli quran memang mulia sekali

    BalasHapus